Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia (SoftSkill). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia (SoftSkill). Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 November 2015

KARANGAN ILMIAH BAB 8 SOFTSKILL

BAB 8
KARANGAN ILMIAH

©     Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah biasa disebut dengan karya ilmiah, yaitu laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

©      Ciri-Ciri Karangan Ilmiah
a.       Menyajikan fakta obyektif secara sistematis
b.      Pernyataannya cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan
c.       Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi
d.      Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual, dan prosedural
e.       Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta
f.       Tidak emotif menonjolkan perasaan
g.      Tidak bersifat argumentatif, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta
h.      Menggunakan ragam bahasa indonesia resmi

©      Jenis-Jenis Karangan Ilmiah:
a.       Laporan penelitian atau laporan praktikum
b.      Makalah seminar atau simposium
c.       Artikel jurnal
d.      Skripsi
e.       Makalah yang biasa dibuat oleh mahasiswa untuk presentasi di dalam kelas

©     Skripsi
Skripsi adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata satu (S1), yaitu Sarjana dalam ilmu tertentu.
Secara umum, isinya hanya mendeskripsikan fenomena ilmu pengetahuan untuk menjawab pertanyaan: Apa itu? Apa unsur-unsurnya? Mengapa terjadi? Apa manfaatnya?
Contoh:
Misalnya akan membahas mengenai prestasi belajar siswa, maka pertanyaan yang dibahas adalah apakah prestasi belajar ? Apa unsur-unsur pembentuk prestasi belajar ?? mengapa prestasi belajar siswa bisa buruk ?? Apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa ?
Umumnya, untuk skripsi, variabel penelitiannya 1 – 2. Jika berbentuk penelitian deskriptif kualitatif maka variabel yang diteliti biasanya satu. Sedangkan jika penelitiannya asosiatif, biasanya jumlah variabelnya 2 (1 independen dan 1 dependen).
©     Tesis
Kalimat tesis adalah rumusan singkat gagasan sentral sebuah karangan. Kalimat tesis merupkan ide sentral karangan yang disusun secara teknis.
Tesis adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.

Ciri-Ciri tesis yang baik:
1.      Berisi gabungan rumusan topik dan tujuan
2.      Penekanan topik sebagai suatu pengungkapan pikiran
3.      Pembatasan dan ketepatan rumusan
4.      Berupa kalimat lengkap terdapat subjek dan predikat
5.      Menggunakan kata khusus dan denotatif
6.      Berupa pernyataan positif
7.      Dapat mengarahkan, mengembangkan, dan mengendalikan penulisan
8.      Dapat diukur dan dibuktikan kebenarannya
Contoh:
·         Topik   : Komputerisasi manajemen perpustakaan
·         Tujuan : Membuktikan bahwa komputerisasi manajemen perpustakaan dapat meningkatkan kualitas layanan.
·         Tesis    : Penggunaan komputer yang dilengkapi dengan softwer yang tepat dapat meningkatkan kualitas manajemen perpustakaan sehingga pelayanan kepada anggota dapat ditingkatkan.

©     Disertasi
Disertasi adalah tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
Disertasi berupaya menciptakan suatu teori baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada.
Contoh:
Misal berdasarkan teori-teori kinerja SDM yang ada, mahasiswa merumuskan hipotesis untuk menciptakan teori baru ilmu MSDM ini.
©     Karangan Semi Ilmiah (Populer)
Karangan Semi Ilmiah (Populer) adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya.
Karangan Semi Ilmiah (Populer) adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu penulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis.

©      Jenis-Jenis Karanga Semi Ilmiah (Populer):
a.       Artikel
b.      Feature
c.       Kritik
d.      Esai
e.       Resensi

©     Jurnal Ilmiah
Jurnal dikatakan Jurnal Ilmiah jika mempunyai fungsi sebagai berikut:
a.      Registration
Mempublikasikan klaim priotitas ilmu pengetahuan. Hal yang diutamakan adalah membangun penulis dan kepemilikan ide.
b.      Dissemination
Menyedikan akses yang mengkomunikasikan penemuan kepada khalayak yang mencari informasi dan jurnal yang dimaksud.
c.       Certification
Memberikan keizinan, atau tanda persetujuan. Hal tersebut memastikan kontrol kualitas jurnal melalui peer review.
d.      Archival record
Menjaga catatan ilmu pengetahuan. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan sebuah sistem penyimpanan permanen untuk karya yang dipublikasikan sehingga mereka dapatdiakses setiap saat di masa depan.

©     Laporan
Laporan adalah suatu bentuk penyampaian informasi, data, atau berita baik secara lisan maupun tertulis. Didalam laporan terdapat kegiatan pencatatan, pengumpulan, pemeriksaan, pengetikan dan pengolahan data.
Secara umum Laporan dapat diartikan sebagai bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang dan tanggung jawab yang ada diantara mereka. Dan salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.
©      Fungsi laporan adalah:
  1. Sebagai bahan pertanggungjawaban
  2. Alat menyampaikan informasi
  3. Alat pengawasan
  4. Bahan penilaian
  5. Bahan pengambilan keputusan

©      Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan:
  1. Harus jelas dan cermat
  2. Mengandung kebenaran dan objektifitas
  3. Lengkap
  4. Tegas dan konsisten
  5. Langsung mengenai sasaran
  6. Disampaikan kepada orang dan alamat tujuan yang tepat
  7. Disertai dengan saran-saran
  8. Tepat waktu

©      Jenis-Jenis Laporan:

1.      Laporan berdasarkan waktu
a.      Laporan berkala
Adalah laporan yang dibuat secara periodik atau rutin dalam jangka waktu tertentu (laporan harian, mingguan, bulanan, atau tahunan). Contoh: Laporan kehadiran karyawan setiap bulan
b.      Laporan Insidental
Adalah laporan yang dibuat apabila diperlukan.

2.      Laporan berdasarkan bentuk
a.      Laporan berbentuk surat
Adalah laporan yang dibuat secara tertulis dalam surat, isinya antara satu sampai empat halaman. Contoh: Laporan jumlah siswa yang keluar dari suatu sekolah
b.      Laporan berbentuk naskah
Adalah laporan yang disampaikan dalam bentuk naskah, baik naskah pendek maupun panjang.
Contoh: Laporan kegiatan kepanitiaan atau notulen rapat.
c.       Laporan berbentuk memo
Adalah laporan yang ditulis menggunakan memo. Umumnya isi laporan pendek, untuk keperluan intern dan dilakukan antar pejabat/pimpinan.

3.      Laporan berdasarkan penyampaian
a.      Laporan lisan
Adalah laporan yang disampaikan secara langsung
b.      Laporan tertulis
Adalah seperti surat, naskah dan memo
c.       Laporan visual
Adalah laporan yang disampaikan melalui penglihatan. Contoh: disampaikan melalui media presentasi (power point)

4.      Laporan berdasarkan sifat
a.      Laporan biasa
Adalah laporan yang isinya bersifat biasa dan tidak rahasia, sehingga jika laporan terbaca orang lain tidak menimbulkan dampak negatif
b.      Laporan penting
Adalah laporan yang isinya bersifat penting dan rahasia, sehingga hanya orang tertentu saja yang boleh mengetahuinya.

5.      Laporan berdasarkan isinya
a.      Laporan informatif
Adalah laporan yang isinya hanya berisi informasi saja
b.      Laporan rekomendasi
Adalah laporan yang isinya bersifat penilaian sekilas tanpa adanya pembahasan lebih lanjut
c.       Laporan analisa
Adalah laporan yang isinya berupa hasil analisa secara mendalam
d.      Laporan kelayakan
Adalah laporan yang isinya berisi tentang hasil penentuan kelayakan atau pemilihan mana yang terbaik
e.       Laporan pertanggungjawaban
Adalah laporan yang berisi pertanggungjawaban tugas seseorang atau kelompok kepada atasan yang memberi tugas tersebut.

©      Langkah-langkah membuat laporan:
  1. Menentukan masalah yang akan dilaporkan
  2. Mengumpulkan bahan, data dan fakta
  3. Mengklasifikasi data
  4. Mengevaluasi dan mengolah data
  5. Membuat kerangka laporan

©      Kerangka laporan terdiri dari:

- Pendahuluan
1. Maksud dan tujuan penulisan laporan
2. Masalah pokok yang dilaporkan
3. Sistematika laporan
- Batang Tubuh
1. Data dan fakta pelaksanaan kegiatan
2. Kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan
3. Masalah yang terjadi
4. Pembahasan masalah
- Penutup
1. Kesimpulan
2. Saran 
©     Daftar Pustaka

PENYUSUNAN SINTESIS BAB 7 SOFTSKILL

BAB 7
PENYUSUNAN SINTESIS

©     Pengertian Sintesis

Pada dasarnya, sintesis adalah merangkum intisari bacaan yang berasal dari beberapa sumber. Kegiatan ini harus memperhatikan data publikasi atas sumber-sumber yang digunakan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003), Sintesis diartikan sebagai “Paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus”.
Pengertian tersebut sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986) yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah suatu pandangan dunia.

©       Cara Membuat Sintesis Tulisan

Dalam tulisan laras ilmiah, data publikasi atas sumber-sumber tadi kemudian dimasukan dalam daftar pustaka. Syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, di antaranya: (Utorodewo dkk, 2004: 97):
(1) penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya,
(2) bersikap kritis atas sumber yang dibacanya,
(3) sudut pandang penulis harus tajam,
(4) penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan
(5) penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya 

©     Cara Membuat Tulisan Dari Bahan Bacaan Yang Beragam

        Sebuah keterampilan. Tidak semua orang mampu dengan cermat dan tepat membuat tulisan dari bahan bacaan yang dibacanya. menggariskan cara yang berbeda  dan kita dapat mengubah produk data anda untuk mengoptimalkan pengungkapan, Sering kali ini memerlukan produk informasi lebih dari yang kita sediakan. Masing-masing laporan berlaku untuk jumlah produk yang tercantum. 

©     Daftar Pustaka


Senin, 19 Oktober 2015

Tugas Bahasa Indonesia (SoftSkill) Bab 1, Bab 2, dan Bab 3

BAB 1
                                       PENALARAN ILMIAH

Penalaran adalah sebagian hasil dari cara kita berfikir, penalaran biasanya berhubungan dengan logika. Penalaran berkaitan erat dengan bagaimana manusia mencapai kesimpulan-kesimpulan tertentu baik dari premis langsung maupun tidak langsung. Penalaran dan pemecahan masalah biasanya adalah topik-topik yang sangat erat hubungannya dengan aspek-aspek yang secara umum berhubungan dengan berpikir.

©     Pengertian Proposisi
              Proposisi adalah sebuah karya tulis akan selalu berisi ide atau konsep yang ditawarkan oleh penulisnya.Untuk menghidangkan ide dan konsep itu seorang penulis menggunakan kata-kata yang disusus sedemikian rupa untuk membentuk sebuah kalimat yang memiliki makna tertentu. Pada kalimat-kalimat ini terdapat sebuah logika yang akan diterima oleh pembaca. Dalam peroses penalaran ini pembaca akan menerima data atau fakta yang benar dan tentu saja akan menolak data atau fakta yang belum jelas kebenarannya dan tidak dapat diterima logika.
             
Proposisi ini terbangun  karena adanya unsur yang disebut term.
Term adalah kata atau kelompok kata yang dapat dijadikan subjek atau predikat dalam sebuah kalimat proposisi.
Jadi, proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat dalam subjek dan predikat.
Contoh:
Bentuk Proposisi à Semua kaca bisa pecah
Bentuk Term      à Semua kaca dan Bisa pecah

©      Jenis-Jenis Proposisi
Proposisi dibagi menjadi 4 kriteria:
a.      Berdasarkan Bentuk
Proposisi dapat dibedakan ke dalam proposisi tunggal dan proposisi majemuk.
Proposisi tunggal merupakan proposisi yang terdiri atas satu pernyataan.
Proposisi majemuk merupakan proposisi yang memuat dua (atau lebih) pernyataan dalam satu kalimat.

Contoh:
Pernyataan 1 : Semua pelajar harus giat menuntut ilmu
Pernyataan 2 : Semua pelajar harus berdisiplin
Jadi, Semua pelajar harus giat menuntut ilmu dan berdisiplin.




b.      Berdasarkan Sifat
Proposisi dapat dibedakan ke dalam proposisi kategorial dan proposisi kondisional.
Proposisi kategorial   : Hubungan subjek dan predikat terjadi dengan tanpa syarat.
Contohnya, Semua kaca bisa pecah
Proposisi kondisional : Hubungan subjek dan predikat terjadi dengan syarat.
Contohnya, Kalau tidak dipotong, rambut akan panjang.

Pada proposisi terdapat bagian yang dijadikan penyebab dan bagian yang dijadikan sebagai akibat.
Bagian penyebab disebut “anteseden” dan bagian akibat disebut “konsekuen”.
Anteseden harus mendahului konsekuen.

Terdapat 2 macam proposisi kondisional:
a.       Contoh proposisi kondisional hipotesis
Kalau tidak dipotong, rambut akan panjang.
b.      Contoh proposisi kondisional disjugtif
Ws Rendra adalah seorang sastrawan atau budayawan
 Proposisi kondisional disjugtif yaitu proposisi kondisional yang mengemukakan pilihan. Biasanya ditandai dengan kata “atau” pada kalimatnya.

c.       Berdasarkan Kualitas
Proposisi dibedakan menjadi:
a.       Proposisi positif (afirmatif)
Adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian antar subjek dan predikat.
Contohnya, Mahasiswa adalah kaum terpelajar
b.      Proposisi negatif
Adalah proposisi yang menyatakan bahwa antara subjek dan predikat tidak ada hubungannya
Contohnya, Sebagian buah tidak berasa manis

d.      Berdasarkan Kuantitas
Proposisi dibedakan menjadi:
a.       Proposisi Universal
Pada proposisi ini bahwa predikat membenarkan atau mengingkari seluruh objek,
Contohnya, Semua yang belajar di perguruan tinggi adalah mahasiswa.
b.      Proposisi Khusus
Pada proposisi ini bahwa predikat membenarkan atau mengingkari sebagian subjek,
Contohnya, Tidak satupun binatang di Taman Safari dibiarkan kelaparan.

Beberapa kata yang menjadi tanda sebuah proposisi universal, antara lain:
a.       Universal positif à Semua, Setiap, Masing-Masing, Apapun
b.      Universal negatif à Tidak satupun, Tidak sedikitpun, Tak seorangpun.
Beberapa kata yang menjadi tanda sebuah proposisi khusus, antara lain:
a.       Universal positif à Sebagian, Beberapa, Sering, Kadang-Kadang
b.      Universal negatif à Tidak semua, Tidak seluruhnya

©     Inferensi dan Implikasi
Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal dari kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar. Kesimpulan yang ditarik disebut idiomatik.

©      Contoh Inferensia
a.       Semua manusia fana
Socrates adalah seorang pria
Jadi, Socrates adalah fana

b.      Semua apel biru
Pisang adalah apel
Jadi, Pisang berwarna biru.

Inkoherensi: Tidak ada definisi inferensia deduktif telah ditawarkan. Definisi yang ditawarkan adalah untuk inferensi induktif. Filsuf yunani didefinisikan sejumlah silogisme , bagian tiga kesimpulan yang benar, yang dapat digunakan sebagai blok bangunan untuk penalaran yang lebih kompleks.

Validitas tergantung pada bentuk kesimpulan. Inferensia dapat “berlaku” bahkan jika bagian yang palsu, dan dapat tidak valid bahkan jika bagian-bagian yang benar. Tapi bentuk yang valid dengan premis-premis yang benar akan selalu memiliki kesimpulan yang benar. Maksud kata “berlaku” tidak mengacu pada kebenaran atau kesimpulan tempat, melainkan dengan bentuk kesimpulan.

©     Implikasi
Pada dasarnya implikasi bisa kita definisikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi atas temuan hasil suatu penelitian. Akan tetapi secara bahasa memiliki arti sesuatu yang telah tersimpul di dalamnya. Di dalam konteks penelitian sendiri, implikasi bisa di lihat. Apabila dalam sebuah penelitian kita mempunyai kesimpulan misalnya “A”, “Manusia itu bernafas”. Maka “Manusia itu bernafas” yang kita sebut dengan implikasi penelitian. Untuk contohnya, dalam hasil penelitian kita menemukan bahwa siswa yang di ajar dengan metode “A” lebih kreatif serta memiliki skill yang lebih baik.
Dengan demikian dengan menggunakan metode belajar “A” kita bisa mengharapkan siswa menjadi lebih kreatif dan juga memiliki skill yang baik. Setelah itu perlu juga untuk dihubungkan dengan konteks penelitian yang telah kita bangun. Contohnya, sampelnya kelas berapa? seperti apa karakteristik sekolah? ada berapa sampel? dan lain-lainnya. Nah, memang sudah seharusnya implikasi penelitian di lakukan secara spesifik layaknya karakteristik di atas.

©     Wujud Evidensi
Adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris. Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan.
Kita mungkin mengartikannya sebagai “cara bagaimana kenyataan hadir” atau perwujudan dari ada bagi akal”. Misal Mr.A mengatakan “Dengan pasti ada 301.614 ikan di Jogja”, apa komentar kita? Tentu saja kita tidak hanya mengangguk dan mengatakan “fakta yang menarik”. Kita akan mengernyitkan dahi terhadap keberanian orang itu untuk berkata demikian.
Tentu saja reaksi kita tidak dapat dilukiskan sebagai “kepastian”, Tentu saja kemungkinan untuk benar tidak dapat di kesampingkan, bahwa dugaan ngawur atau ngasal telah menyatakan jumlah yang persis. Tetapi tidak terlalu sulit bagi kita untuk menangguhkan persetujuan kita mengapa ? Karena evidensi memadai untuk menjamin persetujuan jelaslah tidak ada. Kenyataannya tidak ada dalam persetujuan terhadap pernyataan tersebut.
Sebaliknya, kalau seorang mengatakan mengenai ruang di mana saya duduk, “Ada tiga jendela di dalam ruang ini,” persetujuan atau ketidak setujuan saya segera jelas. Dalam hal ini evidensi yang menjamin persetujuan saya dengan mudah didapatkan.
Dalam wujud yang paling rendah. Evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang di peroleh dari suatu sumber tertentu.

©     Cara Menguji Data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1.      Observasi
2.      Kesaksian
3.      Autoritas

©     Cara Menguji Fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1.      Konsistensi
2.      Koherensi

©     Cara Menilai Autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1.      Tidak mengandung prasangka
2.      Pengalaman dan pendidikan autoritas
3.      Kemashuran dan prestise
4.      Koherensi dengan kemajuan
.

BAB 2
                                      BERPIKIR DEDUKTIF

©     Cara berpikir deduktif:
Metode berpikir deduktif adalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus.

©      Unsur-Unsur yang terdiri atas beberapa unsur, yaitu:
a.       Data pemikiran utama (Premis mayor)
Contoh: Semua siswa SMA yang berjenis kelamin wanita wajib mengikuti pelajaran keputrian
b.      Dasar pemikiran kedua (Premis Minor)
Contoh: Rahma adalah siswa SMA yang berjenis kelamin wanita
c.       Kesimpulan
Contoh: Rahma wajib mengikuti jam pelajaran keputrian

©     Cara berpikir induktif:
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menentukan kesimpulan yang bersifat umum.

Contoh:
Bukti 1        : Logam 1 apabila dipanaskan akan memuai
Bukti 2        : Logam 2 apabila dipanaskan akan memuai
Bukti 3        : Logam 3 apabila dipanaskan akan memuai
Kesimpulan : Semua logam apabila dipanaskan akan memuai

©     Pendekatan Ilmiah
Metode berpikir pendekatan ilmiah adalah penalaran yang menggabungkan cara berpikir deduktif dengan cara berpikir induktif. Dalam pendekatan ilmiah, penalaran disertai dengan suatu hipotesis.

Contoh:
Siswa yang apabila sebelum berangkat sekolah telah sarapan terlebih dahulu dalam porsi yang banyak, dia tidak akan kelaparan hingga jam pelajaran berakhir.

Deduktif: Setiap anak yang makan banyak tidak akan cepat lapar.
Maka, kita ajukan hipotesis bahwa siswa akan cepat lapar jika makanan yang dimakan kurang memenuhi standar gizi dan energi yang dihasilkan oleh makanan tersebut.

Induktif : Diuji untuk mengetahui apakah hasil pengujian mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang diajukan tersebut. 

©     Paragraf Silogisme
Paragraf Silogisme adalah sebuah paragraf yang dikembangkan dengan menggunakan pola pikir silogisme.
Sologisme adalah pola pikir yang bertolak dari dua buah premis, yaitu pernyataan-pernyataan yang mendahului, kemudian ditarik sebuah kesimpulan yang secara logis sesuai dengan premis-premis tersebut.
            Pola pengembangan silogisme adalah penarikan simpulan berdasarkan dua premis dengan rumus silogisme: PU:A=B dan sebuah kesimpulan. Dua premis tersebut adalah premis umum (PU) dan premis khusus (PK). Berikut pengertian dari kedua premis:
·         Premis umum  : Berupa pernyataan yang menyatakan sebuah kelompok atau kumpulan tertentu yang memiliki ciri atau sifat tertentu.
·         Premis khusus : Berupa pernyataan yang menyatakan salah satu anggota dari suatu kelompok tersebut.
·         Kesimpulan     : Kesimpulan yang menyatakan bahwa salah satu anggota kelompok memiliki ciri atau sifat pada kelompok tersebut.

©      Rumus Silogisme:
PU       : A = B
PK       : C = A
K         : C = B

©      Contoh Silogisme:
PU       : Mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan anaknya
PK       : Sapi adalah hewan mamalia
K         : Sapi berkembang biak dengan cara melahirkan
Semua hewan mamalia berkembang biak dengan proses mengandung dan melahirkan anak-anaknya. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kelenjar sus yang ada pada bagian tubuhnya. Sementara itu, sapi adalah salah satu jenis hewan mamalia berkaki empat. Oleh karena itu, sapi berkembang biak dengan cara melahirkan anak-anaknya.

©     Jenis-Jenis Paragraf Silogisme:

a.      Paragraf Silogisme Kategorial
Paragraf ini dikembangkan dengan silogisme kategorial, yaitu silogisme yang premis mayornya berupa kategorial dan menjadi predikat. Sedangkan premis minornya menjadi subjek.

Contoh(1):
PU : Semua makhluk hidup memerlukan makanan
PK : Tumbuhan bisa bernafas dan berkembang biak
K   : Tumbuhan memerlukan makanan
Semua makhluk hidup yang ada di dunia ini memerlukan makanan untuk bertahan hidup. Sementara itu, tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai makhluk hidup, yaitu bernafas dan berkembang biak. Oleh sebab itulah, tumbuhan juga memerlukan makanan karena merupakan salah satu makhluk hidup.

Contoh(2):
PU : Semua manusia adalah makhluk mulia
PK : Anis adalah manusia
K   : Anis adalah makhluk mulia

b.      Paragraf Silogisme Hipotetik
Paragraf ini menggunakan pola silogisme hipotetik, yaitu silogisme yang premis mayornya berupa argument atau pendapat atau silogisme yang premis umumnya berupa keputusan hipotesis dan premi khususnya merupakan pernyataan kategoris.

Contoh(1):
PU : Apabila besok hujan, saya tidak akan datang
PK : Hari ini hujan
K   : Hari ini hujan, saya tidak datang
Saya telah berjanji dengannya bahwa apabila hari esok hujan, saya tidak akan datang ke rumahnya. Pada akhirnya, hari ini hujan turun dengan sangat deras. Makanya saya tidak bisa menepati janji untuk datang ke rumahnya.

c.        Paragraf Silogisme Alternatif
Paragraf ini dikembangkan dengan pola silogisme alternatif, yaitu silogisme yang premis umumnya merupakan sebuah pilihan, premis khususnya membenarkan salah satu alternatifnya, dan kesimpulannya menolak alternatif yang lain.

Contoh(1):
PU : Budi bersekolah di SMA atau SMP
PK : Budi bersekolah di SMA
K   : Budi tidak bersekolah di SMP
Karena badannya yang besar, orang-orang bingung apakah Budi pelajar SMA atau SMP, Budi belajar di SMA Teladan. Oleh karena itu, Budi bukanlah pelajar SMP.

Contoh(2):
PU : Ibu memakai bedak atau lipstik
PK : Ibu memakai lipstik
K   : Ibu tidak memakai bedak

©     Paragraf Entimen:
Entimen adalah sebuah silogisme yang dipendekkan.
Entimen adalah kesimpulan dari silogisme.
Entimen adalah sebuah kalimat kesimpulan bukan paragraf.

Contoh(1):
PU                   : Anak yang pintar selalu rajin membaca
PK                   : Anis adalah anak yang pintar
K                     : Anis rajin membaca
Entimen           : Anis rajin membaca, karena ia anak pintar

Contoh(2(dari contoh silogisme alternatif)):
PU                   : Budi bersekolah di SMA atau SMP
PK                   : Budi besekolah di SMA
K                     : Budi tidak bersekolah di SMP
Entimen           : Budi adalah pelajar SMA, karena bukan pelajar SMP


BAB 3
                                       BERPIKIR INDUKTIF

Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum (Kamus Umum Bahasa Indonesia, hal 444 W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)
Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum (filsafat ilmu.hal 48 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)
Jalan induksi mengambil jalan tengah, yakni di antara jalan yang memeriksa cuma satu bukti saja dan jalan yang menghitung lebih dari satu, tetapi boleh dihitung semuanya satu persatu. Induksi mengandaikan, bahwa karena beberapa (tiada semuanya) di antara bukti yang diperiksanya itu benar, maka sekalian bukti lain yang sekawan, sekelas dengan dia benar pula.
©     Metode Berpikir Induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. 
©     Generalisasi
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Contoh:
a.       Jika dipanaskan, besi memuai.
b.       Jika dipanaskan, tembaga memuai.
c.        Jika dipanaskan, emas memuai.
d.       Jika dipanaskan, platina memuai.
e.        Jika dipanaskan, logam memuai.
f.        Jika ada udara, manusia akan hidup.
g.        Jika ada udara, hewan akan hidup.
h.       Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
i.         Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Generalisasi Induktif
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contoh:
Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya: Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

©     Macam-Macam Generalisasi
a.     Generalisasi sempurna 
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar
penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
b.     Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.


©     Hipotesis dan Teori

Description: hepotesis dan teori


©     Definisi Hipotesis
Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya
Hipotesis berasal dari bahasa Yunani: hypo = di bawah;thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian.
Artinya, hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah.Dalam penggunaannya sehari-hari hipotesa ini sering juga disebut dengan hipotesis, tidak ada perbedaan makna di dalamnya.

©     Definisi Teori
Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Labovitz dan Hagedorn mendefinisikan teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling berhubungan.

©     Analogi

Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.

©     Jenis-jenis Analogi
a.     Analogi induktif:
Yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua.
 Analogi induktif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang diperbandingkan.

Contoh analogi induktif : Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari. Maka tim Thomas Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari.

b.      Analogi deklaratif:
Analogi deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.

Contoh analogi deklaratif: Deklaratif untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.

©     Hubungan Kausal

Kausalitas merupakan prinsip sebab-akibat yang ilmu dan pengetahuan yang dengan sendirinya bisa diketahui tanpa membutuhkan pengetahuan dan perantaraan ilmu yang lain dan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.
Kausalitas dibangun oleh hubungan antara suatu kejadian (sebab) dan kejadian kedua (akibat atau dampak), yang mana kejadian kedua dipahami sebagai konsekuensi dari yang pertama.
Kausalitas merupakan asumsi dasar dari ilmu sains. Dalam metode ilmiah, ilmuwan merancang eksperimen untuk menentukan kausalitas dari kehidupan nyata. Tertanam dalam metode ilmiah adalah hipotesis tentang hubungan kausal. Tujuan dari metode ilmiah adalah untuk menguji hipotesis tersebut.

©     Induksi Dalam Metode Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.

Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
©       Langkah menyusun eksposisi:
a.     Menentukan topik/tema
b.    Menetapkan tujuan
c.      Mengumpulkan data dari berbagai sumber
d.    Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
e.      Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.


Sumber: