EKONOMI KOPERASI (SOFTSKILL)
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI

DISUSUN OLEH :
ANIS
SETYARINI
(21213062)
2EB26
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas
segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam
profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan
karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Bekasi, Desember 2014
(Penyusun)
PEMBAHASAN
Ø Evaluasi Keberhasilan Koperasi
Dilihat dari Sisi Perusahaan
1.
Efisiensi
Perusahaan Koperasi
Koperasi
adalah badan usaha yang terlahir karena dilandasi oleh pemikiran sebagai usaha
perkumpulan orang bukan perkumpulan modal yang memiliki tujuan yang sama,
sehingga koperasi tidak terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya walaupun
tujuan utamanya melayani anggota.
Ukuran
kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan
dengan teori efisiensi, efektivitas, serta waktu terjadinya transaksi atau
diperolehnya manfaat ekonomi.
Koperasi
sebagai badan usaha juga berarti merupakan kombinasi dari:
a. Manusia
b. Aset-Aset
Fisik
c. Informasi
d. Teknologi
Modal dasar suatu perusahaan bisnis diperoleh
dari teori perusahaan adalah menekankan bahwa perusahaan perlu menetapkan
tujuan sehingga perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan.
Tujuan umum perusahaan:
a.
Memaksimumkan Keuntungan
b.
Memaksimumkan Nilai Perusahaan
c.
Memaksimumkan Biaya
Efisiensi
adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran
atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is
< Ia disebut efisien. Efisiensi merupakan perbandingan antara output dengan
input.
Menurut Thoby Mutis (1902), 5 lingkup efisiensi koperasi :
a. Efisiensi intern
b. Efisiensi alokatif
c. Efisiensi ekstern
d. Efisiensi dinamis
e. Efisiensi sosial
Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi /
diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi 2 jenis manfaat
ekonomi yaitu :
a. Manfaat ekonomi langsung
(MEL)
MEL adalah manfaat
ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya
transaksi antara anggota dengan koperasinya. Contoh : dapat memenuhi kebutuhan
anggotanya.
b. Manfaat ekonomi tidak
langsung (METL)
METL adalah manfaat
ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi
diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode
pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan
SHU anggota. Contoh : memungkinkan perusahaan koperasi untuk mengembangkan
usaha di luar kebutuhan anggotanya.
Manfaat ekonomi
pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai
berikut :
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
Bagi suatu badan usaha koperasi yang
melaksanakan kegiatan serba usaha (multi purpose), maka besarnya manfaat
ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
MEL = EfP + EfPK + Evs +
Evp + EvPU
METL = SHUa
Efisiensi perusahaan/Badan Usaha Koperasi:
Tingkat efisiensi biaya pelayanan
BU ke anggota (TEBP) = Realisasi Biaya Pelayanan.
Anggaran biaya pelayanan = Jika TEBP Oa disebut
efektif.
2.
Efektivitas Koperasi
Efektivitas
adalah pencapaian target output
yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa),
dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), jika Os > Oa disebut
efektif.
Rumus
Perhitungan Efektivitas Koperasi (EvK):
EvK
= Realisasi SHUk + Realisasi MEL
= Anggaran SHUk + Anggaran MEL
= Jika EvK > 1, berarti efektif.
3. Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas
input yang digunakan (I), jika (O > 1) disebut produktif.
Rumus perhitungan
produktivitas perusahaan koperasi:
PPK = SHU x 100% Modal
Koperasi
Dari efiensi berdasarkan hubungan output dengan
input didapat rumus :
Q = bukb1Lb2
Dimana :
Q : kuantitas produksi
k : kuantitas modal
L : kuantitas harga tenaga kerja
Bu, b1, b2 : parameter
4.
Analisis Laporan
Keuangan
Analisis laporan
keuangan koperasi merupakan bagian dari
sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari
fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dijadikan sebagai salah satu alat
evaluasi kemajuan koperasi.
Modal koperasi digunakan
untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi yang terdiri dari modal investasi
dan modal kerja.
Laporan keuangan
koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang dibuat oleh
badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan meliputi:
1.
Neraca
2.
Perhitungan hasil usaha
(income statement)
3.
Laporan arus kas (cash
flow)
4.
Catatan atas laporan keuangan
5.
Laporan perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan
tambahan
a)
Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat
menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi
pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil
usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan
anggota.
b)
Laporan
koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi.
Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum
koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva
bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal
operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu
pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan
gabungan.
c)
Demikian penulisan ini tidak untuk bertujuan komersil
tetapi untuk penambahan nilai dalam menunjang mata kuliah adaptif softskill
mengenai ekonomi koperasi. Semoga penulisan ini dapat bermanfaat untuk kita
semua dalam mengembangkan koperasi dengan mengevaluasi kembali manfaat dari
hasil yang diberikan dalam koperasi yang dilihat dari sisi perusahaan.
Ø Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi
Anggota
1. Efek Harga & Efek
Biaya
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan
koperasi, sedangkan tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh besarnya nilai
manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian dan normatif. Motivasi
utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis,maksudnya insentif berupa
pelayanan barang-jasa yang dilakukan koperasi secara efisien, atau adanya
pengurangan biaya atau diperolehya harga menguntungkan serta penerimaan bagian
SHU secara tunai maupun bentuk barang. Bila dilihat dari peranan anggota, maka
setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga unruk
anggota dan harga non anggota, perbedaan ini megharuskan daya analisis yang
lebih tajam dlam melihat koperasi dalam pasar yang bersaing.
2.
Efek-Efek Ekonomis
Koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus
dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai
pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagai
pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah diserahkannya,
apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan
mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang dan jasa, menguntungkan
atau tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual atau pembeli di luar
koperasi.
Pada dasarnya anggota akan berpartisipasi
dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi.
Jika kegiatan tersebut sesuai dengan
kebutuhan. Jika pelayanan tersebut ditawarkan dengan harga, mutu atau
syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang diperolehnya dari
pihak-pihak di luar koperasi.
3. Analisis
Hubungan Efek Ekonomis dengan Keberhasilan Koperasi
Salah satu hubungan penting
koperasi adalah dengan para anggotanya, yang sekaligus sebagai pemilik dan
pengguna jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik dan anggota
akan mempersoalkan dana (simpanan) yang telah diserahkannya, apakah
menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan
kontinuitas pengadaan kebutuhan barang dan jasa, untuk tidaknya tergantung
pelayanan koperasi. Setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan
perusahaan koperasi
1.
Jika kegiatan tersebut sesuai kebutuhannya
2.
Jika pelayanan ditawarkan dengan harga, mutu
dan syarat-syarat lebih menguntungkan
disbanding dari pihak-pihak luar perusahaan
4.
Penyajian
& Analisis Neraca Pelayanan
Bila suatu koperasi bisa lebih memenuhi pelayan yang sesui
dengan kebutuhan anggotanya dibandingkan dengan pesaingnya, maka partisipasi
anggota terhadap koperasi akan meningkat. Untuk lebih meningkatnkan
pelayanannya kepada anggota koperasi membutuhkan informasi yang dating dari
anggotanya sendiri.
Ada 2 faktor koperasi harus meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasinya:
Ada 2 faktor koperasi harus meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasinya:
1. Adanya tekanan
persaingan dari organisasi lain
2. Perubahan kebutuhan
manusia sebagai akibat dari perubahan waktu dan peradaban.
Daftar
Pustaka