Sabtu, 02 Mei 2015

Cerpen 1

Gara-Gara Cewe Cantik

“Nis, kemarin gue ketemu pacar lo di depan toko roti yang disebelah bank itu,” Nia menepuk bahu Anis yang sedang lahap makan bakso. Anis hanya tersenyum.
            “Pacar lo datang ke toko roti bersama cewe cantik.” Mendengar kata yang terakhir itu, Anis langsung menghentikan suapannya dan berteriak keras, sampai orang disebelahnya menengok ke meja makan yang ditempati Anis.
            “Cewe itu sangat cantik dan sangat modis. Berdandan cantik, memakai dress hitam dan rambutnya digerai. Bulu matanya lentik dan ada tahi lalat di kanan atas bibirnya. Anis terdiam sampai tidak bisa berkata-kata mendengar Nia bicara seperti itu.
            “Dor!! Woy nisss, jangan ngelamun terus nanti kesambet setan cewe selingkuhan pacar lo aja,” Sera menepuk bahu Anis yang sedang serius melamun.
            “Stres lo Ser ngagetin gue, untung gue ga punya penyakit jantung yak,” Anis melotot. Sera dan Nia terkikik.
            “Habis lo melamun aja mendengar Nia bicara kayak gitu.”
            Anis hanya tersenyum mendengar komentar Sera.
            Memang beberapa hari ini Anis peka sekali jika mendengar kata cewe cantik dikaitkan dengan pacarnya, karena sudah sebulan pacarnya bersikap yang tidak seperti biasanya, yang sangat jarang bbm, dan mengajak Anis pergi.
            “Aldi, kemarin kamu pergi kemana?” Anis bertanya pada pacarnya melalui bbm. Aldi kaget mendengar pertanyaan pacarnya.
            “Aku ga kemana-mana kok Anis, aku dari kemarin bermain laptop saja di kamar. Memangnya kenapa?”
            “Kamu ga bohong sama aku? Aku mau tegasin sama kamu ya, jangan bohong sama aku dan kalau kamu sudah bosen berhubungan sama aku dan sudah mendapatkan perempuan lain yang lebih cantik dari aku mending kita udahin hubungan daripada diantara kita ada yang tersakiti.”
            “Ok sayang tenang aja aku ga akan bohong dan selingkuh dari kamu.” Aldi heran kok tiba-tiba Anis bicara seperti itu. Aldi bertanya dalam hati, apa Anis pernah melihat aku jalan dengan cewe lain? Aldi menjawab sendiri dalam hati, biarlah aku seperti ini juga untuk kesenangan Anis kok.
            Sehabis mandi sore, Anis bersepeda mengelilingi komplek rumahnya.
            “Eh nis, kita mau kasih tau informasi lagi nih, tadi kita pergi ke rumah makan padang trus kita di jalan melihat pacar lo sama cewe cantik itu lagi, mereka berpakaian rapi seperti mau ngedate dan mereka boncengan di motor.” Nia dan Sera mengatakan seperti itu dengan wajah yang murung. Anis kaget dan sedikit meneteskan air matanya.
            “Thanks infonya ya guys, gue mau menyendiri dulu nih.” Bilang Anis dengan mata yang merah.
            “Yaudah tapi jangan ke tempat yang sepi yaaa soalnya takut lo kesambet sendirian disana.” Sera mencemaskan keadaan Anis.
             Anis pergi ke suatu tempat favoritnya, tempat yang biasa dia menyendiri jika Anis sedih. Namanya Taman Cantik, taman yang sangat indah dikelilingi dengan bunga-bunga dan rumput yang sangat hijau, ada air mancur yang bergambar hati (Love). Disana Anis menuangkan rasa amarah dan rasa sedihnya dan berfikir untuk keluar dari masalah seperti ini.
            Akhirnya Anis menemukan cara yang tepat untuk membuktikan semua omongan teman-temannya dan meminta kepastian dan meminta jawaban yang jujur kepada sang pacar. Anis pulang ke rumah lalu beristirahat.
            Setelah sarapan dan mandi pagi, Anis bergegas untuk mengintai pacarnya menggunakan sepeda. Anis bergegas mengeluarkan sepeda, menyiapkan kameranya dan sebuah masker, kacamata untuk menutupi wajahnya agar tidak terlihat seperti dirinya.
            Pengintaian pun dimulai.
            “Sial, beneran aldi sama cewe lain dan cewe itu mirip seperti Nia bicarakan, dan dia masuk ke dalam rumah Aldi, ah!” Anis marah, merobek-robek dedaunan disekelilingnya.
            Aldi dan Cewe itu keluar dari rumah dan pergi naik mobil menuju ke toko bunga, Anis mengikuti sampai ke toko tersebut. Keluar dari toko bunga, Anis melihat dari kejauhan kalau perempuan itu memegang bunga mawar yang sangat cantik dan berjalan berdekatan dengan Aldi. Hati Anis mulai tercabik-cabik dan terus mengikuti kemanapun Aldi pergi.  Setelah dari toko bunga, Aldi pergi ke Taman Cantik dan mereka duduk berdua di dekat air mancur. Hati Anis sangat sakit melihat mereka dekat seperti itu dan akhirnya Anis mendekati mereka berdua.
            “Hai Aldi, lagi sama siapa?” tanya Anis dengan wajah tesenyum paksa
            “Hai sayang, kok kamu disini? Kamu sama siapa?” tanya Aldi dengan wajah yang tidak panik.
            “Kamu ngapain disini sama cewe lain? Mana janji kamu katanya yang ga mau bohong dan ga akan selingkuh dari aku? Heh cewe centil, ngapain lo deket sama cowo gue? Kalo lo mau deket sama cowo gue bersaing dengan sehat, jangan main belakang seperti ini!!!!!!!”
            “Hey sayang jangan marah dulu dong, dengerin dulu penjelasan aku. Perempuan ini tante aku, tante aku emang cantik dan masih muda, jadi aku maklum kalau kamu curiga sama aku. Aku pergi sama tanteku karena aku minta anter beli bunga, kado, dan kue untuk hari jadian kita, dan tanteku juga membeli kue dan kado untuk pacarnya, hari jadian kita dan hari jadian tanteku itu sama, jadi semuaya udah jelas ya sayang. Dan kamu ga pantes curiga kayak gini lagi.”
            Anis terdiam, kaget, speechless, dan langsung meluk pacarnya. “Maaf sayang aku kayak gini karena aku sayang sama kamu dan aku mau serius sama kamu makanya aku ga mau kamu selingkuh kayak cowo cabe-cabean dan tante, aku minta maaf udah curiga sama tante. Besok-besok kalau mau beli kejutan jangan sama cewe cantik kayak tante kamu lagi.” Anis tersipu malu dan memeluk mereka ber3.



-End-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar