Gara-Gara Cewe Cantik
“Nis,
kemarin gue ketemu pacar lo di depan toko roti yang disebelah bank itu,” Nia
menepuk bahu Anis yang sedang lahap makan bakso. Anis hanya tersenyum.
“Pacar lo datang ke toko roti
bersama cewe cantik.” Mendengar kata yang terakhir itu, Anis langsung
menghentikan suapannya dan berteriak keras, sampai orang disebelahnya menengok
ke meja makan yang ditempati Anis.
“Cewe itu sangat cantik dan sangat
modis. Berdandan cantik, memakai dress hitam dan rambutnya digerai. Bulu matanya
lentik dan ada tahi lalat di kanan atas bibirnya. Anis terdiam sampai tidak
bisa berkata-kata mendengar Nia bicara seperti itu.
“Dor!! Woy nisss, jangan ngelamun
terus nanti kesambet setan cewe selingkuhan pacar lo aja,” Sera menepuk bahu
Anis yang sedang serius melamun.
“Stres lo Ser ngagetin gue, untung
gue ga punya penyakit jantung yak,” Anis melotot. Sera dan Nia terkikik.
“Habis lo melamun aja mendengar Nia
bicara kayak gitu.”
Anis hanya tersenyum mendengar
komentar Sera.
Memang beberapa hari ini Anis peka
sekali jika mendengar kata cewe cantik dikaitkan dengan pacarnya, karena sudah
sebulan pacarnya bersikap yang tidak seperti biasanya, yang sangat jarang bbm,
dan mengajak Anis pergi.
“Aldi, kemarin kamu pergi kemana?”
Anis bertanya pada pacarnya melalui bbm. Aldi kaget mendengar pertanyaan
pacarnya.
“Aku ga kemana-mana kok Anis, aku
dari kemarin bermain laptop saja di kamar. Memangnya kenapa?”
“Kamu ga bohong sama aku? Aku mau
tegasin sama kamu ya, jangan bohong sama aku dan kalau kamu sudah bosen
berhubungan sama aku dan sudah mendapatkan perempuan lain yang lebih cantik
dari aku mending kita udahin hubungan daripada diantara kita ada yang
tersakiti.”
“Ok sayang tenang aja aku ga akan
bohong dan selingkuh dari kamu.” Aldi heran kok tiba-tiba Anis bicara seperti
itu. Aldi bertanya dalam hati, apa Anis pernah melihat aku jalan dengan cewe
lain? Aldi menjawab sendiri dalam hati, biarlah aku seperti ini juga untuk
kesenangan Anis kok.
Sehabis mandi sore, Anis bersepeda
mengelilingi komplek rumahnya.
“Eh nis, kita mau kasih tau
informasi lagi nih, tadi kita pergi ke rumah makan padang trus kita di jalan
melihat pacar lo sama cewe cantik itu lagi, mereka berpakaian rapi seperti mau
ngedate dan mereka boncengan di motor.” Nia dan Sera mengatakan seperti itu dengan
wajah yang murung. Anis kaget dan sedikit meneteskan air matanya.
“Thanks
infonya ya guys, gue mau menyendiri dulu nih.” Bilang Anis dengan mata yang
merah.
“Yaudah tapi jangan ke tempat yang
sepi yaaa soalnya takut lo kesambet sendirian disana.” Sera mencemaskan keadaan
Anis.
Anis pergi ke suatu tempat favoritnya, tempat
yang biasa dia menyendiri jika Anis sedih. Namanya Taman Cantik, taman yang
sangat indah dikelilingi dengan bunga-bunga dan rumput yang sangat hijau, ada
air mancur yang bergambar hati (Love). Disana Anis menuangkan rasa amarah dan
rasa sedihnya dan berfikir untuk keluar dari masalah seperti ini.
Akhirnya Anis menemukan cara yang
tepat untuk membuktikan semua omongan teman-temannya dan meminta kepastian dan
meminta jawaban yang jujur kepada sang pacar. Anis pulang ke rumah lalu
beristirahat.
Setelah sarapan dan mandi pagi, Anis
bergegas untuk mengintai pacarnya menggunakan sepeda. Anis bergegas
mengeluarkan sepeda, menyiapkan kameranya dan sebuah masker, kacamata untuk menutupi
wajahnya agar tidak terlihat seperti dirinya.
Pengintaian
pun dimulai.
“Sial, beneran aldi sama cewe lain
dan cewe itu mirip seperti Nia bicarakan, dan dia masuk ke dalam rumah Aldi,
ah!” Anis marah, merobek-robek dedaunan disekelilingnya.
Aldi dan Cewe itu keluar dari rumah
dan pergi naik mobil menuju ke toko bunga, Anis mengikuti sampai ke toko
tersebut. Keluar dari toko bunga, Anis melihat dari kejauhan kalau perempuan
itu memegang bunga mawar yang sangat cantik dan berjalan berdekatan dengan Aldi.
Hati Anis mulai tercabik-cabik dan terus mengikuti kemanapun Aldi pergi. Setelah dari toko bunga, Aldi pergi ke Taman
Cantik dan mereka duduk berdua di dekat air mancur. Hati Anis sangat sakit
melihat mereka dekat seperti itu dan akhirnya Anis mendekati mereka berdua.
“Hai Aldi, lagi sama siapa?” tanya
Anis dengan wajah tesenyum paksa
“Hai sayang, kok kamu disini? Kamu
sama siapa?” tanya Aldi dengan wajah yang tidak panik.
“Kamu ngapain disini sama cewe lain?
Mana janji kamu katanya yang ga mau bohong dan ga akan selingkuh dari aku? Heh
cewe centil, ngapain lo deket sama cowo gue? Kalo lo mau deket sama cowo gue
bersaing dengan sehat, jangan main belakang seperti ini!!!!!!!”
“Hey sayang jangan marah dulu dong,
dengerin dulu penjelasan aku. Perempuan ini tante aku, tante aku emang cantik
dan masih muda, jadi aku maklum kalau kamu curiga sama aku. Aku pergi sama
tanteku karena aku minta anter beli bunga, kado, dan kue untuk hari jadian
kita, dan tanteku juga membeli kue dan kado untuk pacarnya, hari jadian kita
dan hari jadian tanteku itu sama, jadi semuaya udah jelas ya sayang. Dan kamu
ga pantes curiga kayak gini lagi.”
Anis terdiam, kaget, speechless, dan
langsung meluk pacarnya. “Maaf sayang aku kayak gini karena aku sayang sama
kamu dan aku mau serius sama kamu makanya aku ga mau kamu selingkuh kayak cowo
cabe-cabean dan tante, aku minta maaf udah curiga sama tante. Besok-besok kalau
mau beli kejutan jangan sama cewe cantik kayak tante kamu lagi.” Anis tersipu
malu dan memeluk mereka ber3.
-End-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar