Minggu, 03 Januari 2016

Laporan Ilmiah Bab 12

BAB 12
LAPORAN ILMIAH
Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data yang setelah penulis melakukan percobaaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.
Isi Laporan Ilmiah terdiri dari 3 bagian, yaitu:
1.      Pendahuluan, terdiri atas:
a.       Judul
b.      Kata Pengantar
c.       Daftar Isi
2.      Isi, terdiri atas:
a.       Pendahuluan
b.      Bahan dan Metode
c.       Hasil Kegiatan
d.      Pembahasam
3.      Penutup, terdiri atas:
a.       Daftar Pustaka
b.      Lampiran
Langkah Penulisan Laporan Ilmiah yang harus diperhatikan:
1.      Tuliskan garis besar isi (outline) secara sederhana dan sistematis
2.      Kembangkan outline tersebut dengan cara memberikan judul, sub judul, bagian, dan sub bagian.
3.      Tuliskan hal yang akan diuraikan pada setiap judul, sub judul, bagian, dan sub bagian.
4.      Cantumkan pada setiap judul, sub judul, bagian, sub bagian beberapa tabel, grafik, gambar atau analisis statistik yang dapat melengkapi argumentasi dari bahasan.
5.      Penulisan laporan dimulai dengan mengacu pada outline yang sudah dilengkapi dengan tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik lain.
6.      Pada awal menulis jangan terlalu memperhatikan gaya bahasa yang digunakan karena penulis harus langsung menuju sasaran untuk menyelesaikan draft pertama dari laporan lengkap.
7.      Gaya bahasa sebaiknya diperbaiki dengan memerhatikan:
a.       Konsistensi dan kesinambungan materi
b.      Menghilangkan pengulangan makna kalimat agar kalimat menjadi jelas dan tulisan menjadi ringkas
c.       Memperhatikan cara penulisan rujukan


Cara Penulisan Daftar Pustaka dalam Laporan Ilmiah (Sumber Buku):
1.      Nama penulis dituliskan secara terbalik.
Contoh     : Anis Setyarini
Ditulis      : Setyarini, Anis.
2.      Jika penulis terdiri dari dua orang, maka nama pengarang ditulis semuanya, tetapi hanya nama penulis pertama yang ditulis secara terbalik.
3.      Jika penulis lebih dari dua orang, maka hanya nama pertama yang ditulis, yang lain diikuti dengan et all. (et allii= dan lain-lain) atau dan kawan-kawan(dkk).
Contoh     : Anis Setyarini, Yessi Wilda, Putri Hemasita
Ditulis      : Setyarini, Anis (dkk).2015.Cermat Berbahasa Indonesia.Jakarta:Akapres.
4.      Penulisan judul buku digarisbawahi atau dicetak miring.
5.      Urutan penulisan daftar pustaka disusun berdasarkan abjad penulis setelah nama penulis dibalik. Dalam daftar pustaka tidak perlu menggunakan nomor urut.
6.      Baris pertama diketik mulai pukulan pertama dari batas tepi margin dan baris berikutnya diketik mulai pukulan kelima atau satu tab dalam komputer.
7.      Jarak antara baris pertama dengan baris berikutnya yang merupakan kelanjutannya adalah spasi rapat. Adapun, jarak antara sumber satu dengan sumber lainnya adalah spasi ganda.
Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai laporan ilmiah, yaitu:
1.      Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
2.      Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan (utama) terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
3.      Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jelas, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, dan hasil temuan serta implikasinya.
4.      Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk komunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuan.
Manfaat penyusunan laporan ilmiah:
Menurut Sikumbang (1981:2—5), ada 6 manfaat yang diperoleh dari menulis laporan ilmiah, yaitu:
a.       Penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia harus membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang akan dibahas.
b.      Penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai buku sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
c.       Penulis akan berkenalan dengan kegiatan perpustakaan, seperti mencatat bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
d.      Penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.
e.       Penulis akan memperoleh kepuasan intelektual.
f.       Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
Unsur-Unsur Kerangka Laporan Ilmiah:
a.      Halaman Judul
Biasanya terdiri dari 3 ata 4 bagian yang disusun dari atas bawah  sebagai berikut:

·         Judul laporan terdiri dari subjek
Laporan selalu didahului dengan “Laporan Tentang”, “Laporan Kemajuan Tentang”, “Laporan Tahunan Tentang”, “Penelitian Tentang”, dan sebagainya.
Contoh:
Laporan Tentang
SURVEI USAHA KECIL MENENGAH
DALAM GO ONLINE
di daerah
BEKASI JAWA BARAT

·         Nama dan Identitas Penerima Laporan
Unsur ini tidak selalu ditulis.
Jika ditulis, maka sebelumnya didahului dengan “Diserahkan Kepada”.
Dan tulis kedudukan si penerima laporan jika ia memiliki kedudukan resmi.
Contoh:
Diserahkan Kepada
Prof.Dr.Muhamad Rayhan Dillah, CEO
Digital Marketing Agency

·         Nama dan Identitas Penulis
Sebelum nama penulis biasanya didahului dengan “Oleh” dan diikuti oleh gelar.
Contoh:
Oleh
Saepul Bahri
Web Programmer

dan

Hendra Suheman
Chief Technology Office

·         Tempat dan Tanggal
Dibagian bawah halaman ditulis tempat dan tanggal dalam 2 baris terpisah.
Contoh:
Mataram, N.T.B
20 Maret 1999
Penyajian Lisan
Cara Mempublikasikan Laporan Penelitian:
Dapat dengan cara visualisasi hasil penelitian dengan menggunakan media poster pada acara simposium, seminar, workshop, lalu dengan audio visual slide proyektor,dll, dan dapat juga melalui artikel jurnal, kolom artikel di media massa, laporan program evaluasi atau bahkan publikasi melalui buku.
Media poster
Keunggulannya:
1.      Jika poster ditampilkan secara tepat akan efektif dalam menyajikan ringkasan hasil penelitian, dengan teks yang berwarna yang disertai dengan gambar yang mejelaskan teks tersebut.
2.      Pembaca dapat membaca dengan kecepatan masing-masing, berhenti beberapa lama pada poster yang menarik, lalu bergerak segera dari poster yang tidak menarik.
3.      Poster peneliti didampingkan dengan poster hasil penelitian, dengan demikian wajah author dapat mudah dikenali dan pembaca yang menginginkan keterangan lebih jauh dapat mencari si peneliti untuk berdialog.
Selain dengan cara-cara tersebut, terdapat metode lain:
Metode berbentuk konferensi akademisi dan professional.
Kelebihannya:
1.      Dapat menyampaikan secara lebih mendalam materi daripada dengan metode penyajian melalui poster.
2.      Peneliti dapat memukau audien dengan hasil penelitian
Panduan untuk Membantu Menyiapkan Presentasi Lisan:
1.      Ketahui audiennya
2.      Presentasi yang tertata dan fokus
3.      Panduan berikut untuk membantu anda menyiapkan presentasi lisan:
Ketahui audiennya. Tentu saja berbeda menyajikan data penelitian ke sarjana strata 1, strata 2 dan praktisi di bidangnya. Dari audien yang berbeda tujuan anda adalah member I satu atau dua pont penting untuk diingat. Perlu diingat dari mereka yang hadir hanya bias mengingat beberapa point penting, mereka tidak akan ingat detail hasil penelitian. Dengan hanya memberikan satu atau dua pont penting mereka akan mendapat informasi yang dapat diingat dan berguna pada aktifitas profesionalnya.

4.      Presentasi yang Tertata dan Fokus
Isi dari presentasi sudah seharusya mengikuti panduan umum yang sering digunakan dalam menyajikan laporan penelitian.  Pendahulan (review literature), metode, hasil dan kesimpulan. Informasi latar belakang dan metode disajikan secara cukup agar audien dapat mengerti tujuan penelitian. Dalam penyampaian secara lisan titik tekannya adalah hasil dan kesimpulan penelitian yang menjadi focus utama dalam presentasi.
5.      Ingat Batas Waktu Presentasi
Ingat audien tidak memaafkan kelebihan waktu yang tersedia untuk peneliti, namun audien akan memaafkan  waktu jeda peneliti,  kehilangan kata untuk berfikir, dan kesalahan lain dalam menyajikan seraca lisan. Selain itu, hargai waktu peneliti lain dan panitia. Jika waktu yang ditentukan panitia tidak cukup, hubungi panitia sebelum hari presentasi. Buat peresentasi sejelas mungkin, singkat dan sukses.
6.      Gunakan Alat Bantu Visual
Alat bantu visual wajib hadir 99%. Huruf berukuran besar  pada slide presntasi anda adalah penting. Saat ini ruang-ruang konferensi sudah dilengkapi dengan alat visual seperti slide proyektor. Aakan lebih baik bila anda mentes terlebih dahulu slide presentasi anda untuk mengukur keterbacaan alat visual tersebut kepada audien.
7.      Pengantar Praktek Presentasi Lisan
Pertahankan kontak mata. Anda dapat sekali-kali melihat catatan, lalu secara regular anda tetap menatap audien.  Pastikan tatapan mata nada pada semua sisi audian yang ada di ruangan. Kontak mata dapat mendorong perhatian dan  partisipasi audien. Namun perlu diperhatian, bawalah audien ke diri anda sebagai pembicara atau peneliti, tidak saja pada lat visual anda.
Gunakan suara nyaring anda. Suara anda dalam berbicara harus lebih nyaring dan mendalam dari percakapan sehari-hari.  Jika anda berbicara tanpa microphone pastikan suara anda terdengar pada deret bangku yang paling belakang.
8.      Memoderasi Bicara dengan Catatan
Sedikit pembicara professional yang suskse tanpa catatan, namun hal ini seringkali tidak sukses karena kurang persipan, Jadi siapkanlah rancangan pidato. Beberpa orang  menyukai menuliskan keseluruhan apa yang akan disajikan atau dibicarakan. Sebagian lagi hanya membuat point-point atau rancangan presentasi. Keduanya adalah metode yang baik untuk mengingatkan beberapa ide penting dari presentasi tak terlewat.
9.      Memadukan gaya percakapan dan Gaya professional
Pembicara dengan gaya percakapan melulu dapatdikatakan tidak professional, demikian juga sebaliknya.  Pembicara yang baik dapat memadukan kedua gaya tersebut. Metode yang aman adalah pada wala presentasi gunakan cara professional bicara langsung tentang inti penelitian, dan pada akhir sesi dsertai dengan humor , informal dan disisipi komentar percakapan.
10.  Menyajikan penelitian dalam bentuk naskah
Ada dua katagori umum dalam menuangkan penelitian dalam  naskah penelitian tertulis yakni jurnal akademik dan laporan penelitian untuk klien atau organisasi. Melalui jurnal akadfemik anda menuliskan untuk professor udan mahasiswa . Sedangkan melalui laporan penelitian anda meulis untuknpengurus organisasi atau pimpinan yang mempunyaio latar belakang berbeda dalam metode penelitian. Tujuan utama penulisan laporan penelitian untuk klien atau organisasi adalah untuk perencanaan strategis. Dalam seksi ini kenalkan karakteristik menulis penelitian social. Dan kemudian tunjukan bagaimana menulis penelitian kualitatif dan kuantitatif .
11.  Karakteristik Penulisan Ilmu Sosial
Karakteristik ini membutuhkan konsistensi. Gaya tulisanya bagaimana pembaca mudah mendapatkan informasi. Informasit tertentu harus tersedia dalam  laporan penelitian social.  Kriteria ini juga mensyararatkan kemungkinan untuk mereplikasi penelitian dan membandingkan hasil yang kontradiktif.  Format yang lugas membantu mempresentasikan hasil peneltian serta menjga validitas dan keandalan hasil penelitian ilmu social.
Karakter pertama dari naskah hasil penelitian social adalah memiliki paragraph yang lebih pendek dari naskah humanities.  Kedua, kalimat-kalimatnya menggunakan kaliamat “wajar-wajar saja” pada intonasi kalimat atau pada isi kalimat. Ketiga ilmuan social menerapkan kalimat pasif. Kalimat pasif menekankan pada tingkah laku dan pengamatan daripada pengamatan subjektif. Gunakan argumentasi persuasif  dengan mengkontruksi bukti-buti empric pada data penelitian.

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar