BAB
12
LAPORAN
ILMIAH
Laporan Ilmiah
Laporan
ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data yang setelah
penulis melakukan percobaaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel
ilmiah.
Isi Laporan Ilmiah terdiri dari 3 bagian, yaitu:
1. Pendahuluan,
terdiri atas:
a. Judul
b. Kata
Pengantar
c. Daftar
Isi
2. Isi,
terdiri atas:
a. Pendahuluan
b. Bahan
dan Metode
c. Hasil
Kegiatan
d. Pembahasam
3. Penutup,
terdiri atas:
a. Daftar
Pustaka
b. Lampiran
Langkah Penulisan Laporan Ilmiah yang harus diperhatikan:
1.
Tuliskan garis besar isi (outline)
secara sederhana dan sistematis
2.
Kembangkan outline tersebut dengan cara
memberikan judul, sub judul, bagian, dan sub bagian.
3.
Tuliskan hal yang akan diuraikan pada
setiap judul, sub judul, bagian, dan sub bagian.
4.
Cantumkan pada setiap judul, sub judul,
bagian, sub bagian beberapa tabel, grafik, gambar atau analisis statistik yang
dapat melengkapi argumentasi dari bahasan.
5.
Penulisan laporan dimulai dengan mengacu
pada outline yang sudah dilengkapi dengan tabel, grafik, gambar, atau analisis
statistik lain.
6.
Pada awal menulis jangan terlalu
memperhatikan gaya bahasa yang digunakan karena penulis harus langsung menuju
sasaran untuk menyelesaikan draft pertama dari laporan lengkap.
7.
Gaya bahasa sebaiknya diperbaiki dengan
memerhatikan:
a. Konsistensi
dan kesinambungan materi
b. Menghilangkan
pengulangan makna kalimat agar kalimat menjadi jelas dan tulisan menjadi
ringkas
c. Memperhatikan
cara penulisan rujukan
Cara Penulisan Daftar Pustaka dalam Laporan Ilmiah (Sumber Buku):
1. Nama
penulis dituliskan secara terbalik.
Contoh :
Anis Setyarini
Ditulis :
Setyarini, Anis.
2. Jika
penulis terdiri dari dua orang, maka nama pengarang ditulis semuanya, tetapi
hanya nama penulis pertama yang ditulis secara terbalik.
3. Jika
penulis lebih dari dua orang, maka hanya nama pertama yang ditulis, yang lain
diikuti dengan et all. (et allii= dan
lain-lain) atau dan kawan-kawan(dkk).
Contoh :
Anis Setyarini, Yessi Wilda, Putri Hemasita
Ditulis :
Setyarini, Anis (dkk).2015.Cermat
Berbahasa Indonesia.Jakarta:Akapres.
4. Penulisan
judul buku digarisbawahi atau dicetak miring.
5. Urutan
penulisan daftar pustaka disusun berdasarkan abjad penulis setelah nama penulis
dibalik. Dalam daftar pustaka tidak perlu menggunakan nomor urut.
6. Baris
pertama diketik mulai pukulan pertama dari batas tepi margin dan baris
berikutnya diketik mulai pukulan kelima atau satu tab dalam komputer.
7. Jarak
antara baris pertama dengan baris berikutnya yang merupakan kelanjutannya
adalah spasi rapat. Adapun, jarak antara sumber satu dengan sumber lainnya
adalah spasi ganda.
Beberapa hal yang
harus diperhatikan mengenai laporan ilmiah, yaitu:
1. Laporan
ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci,
dan ringkas.
2. Kegiatan
menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan (utama) terakhir dari suatu kegiatan
ilmiah.
3. Laporan
ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah
secara jelas, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, dan hasil temuan serta
implikasinya.
4. Laporan
ilmiah merupakan media yang baik untuk komunikasi di lingkungan akademisi atau
sesama ilmuan.
Manfaat penyusunan
laporan ilmiah:
Menurut Sikumbang
(1981:2—5), ada 6 manfaat yang diperoleh dari menulis laporan ilmiah, yaitu:
a.
Penulis akan terlatih mengembangkan
keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia harus
membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang akan
dibahas.
b.
Penulis akan terlatih menggabungkan
hasil bacaan dari berbagai buku sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya
ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
c.
Penulis akan berkenalan dengan kegiatan
perpustakaan, seperti mencatat bahan bacaan dalam katalog pengarang atau
katalog judul buku.
d.
Penulis akan dapat meningkatkan
keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.
e.
Penulis akan memperoleh kepuasan
intelektual.
f.
Penulis turut memperluas cakrawala ilmu
pengetahuan masyarakat.
Unsur-Unsur Kerangka
Laporan Ilmiah:
a. Halaman Judul
Biasanya
terdiri dari 3 ata 4 bagian yang disusun dari atas bawah sebagai berikut:
·
Judul
laporan terdiri dari subjek
Laporan selalu didahului dengan “Laporan
Tentang”, “Laporan Kemajuan Tentang”, “Laporan Tahunan Tentang”, “Penelitian
Tentang”, dan sebagainya.
Contoh:
Laporan Tentang
SURVEI USAHA KECIL MENENGAH
DALAM GO ONLINE
di daerah
BEKASI JAWA BARAT
·
Nama
dan Identitas Penerima Laporan
Unsur
ini tidak selalu ditulis.
Jika
ditulis, maka sebelumnya didahului dengan “Diserahkan Kepada”.
Dan
tulis kedudukan si penerima laporan jika ia memiliki kedudukan resmi.
Contoh:
Diserahkan Kepada
Prof.Dr.Muhamad Rayhan Dillah, CEO
Digital Marketing Agency
·
Nama
dan Identitas Penulis
Sebelum nama penulis biasanya
didahului dengan “Oleh” dan diikuti oleh gelar.
Contoh:
Oleh
Saepul
Bahri
Web
Programmer
dan
Hendra
Suheman
Chief
Technology Office
·
Tempat
dan Tanggal
Dibagian bawah halaman ditulis
tempat dan tanggal dalam 2 baris terpisah.
Contoh:
Mataram,
N.T.B
20
Maret 1999
Penyajian Lisan
Cara Mempublikasikan Laporan Penelitian:
Dapat
dengan cara visualisasi hasil penelitian dengan menggunakan media poster pada
acara simposium, seminar, workshop, lalu dengan audio visual slide
proyektor,dll, dan dapat juga melalui artikel jurnal, kolom artikel di media
massa, laporan program evaluasi atau bahkan publikasi melalui buku.
Media poster
Keunggulannya:
1.
Jika poster ditampilkan secara tepat
akan efektif dalam menyajikan ringkasan hasil penelitian, dengan teks yang
berwarna yang disertai dengan gambar yang mejelaskan teks tersebut.
2.
Pembaca dapat membaca dengan kecepatan
masing-masing, berhenti beberapa lama pada poster yang menarik, lalu bergerak
segera dari poster yang tidak menarik.
3.
Poster peneliti didampingkan dengan
poster hasil penelitian, dengan demikian wajah author dapat mudah dikenali dan
pembaca yang menginginkan keterangan lebih jauh dapat mencari si peneliti untuk
berdialog.
Selain dengan cara-cara tersebut, terdapat metode lain:
Metode berbentuk konferensi akademisi dan professional.
Kelebihannya:
1.
Dapat menyampaikan secara lebih mendalam
materi daripada dengan metode penyajian melalui poster.
2.
Peneliti dapat memukau audien dengan
hasil penelitian
Panduan
untuk Membantu Menyiapkan Presentasi Lisan:
1.
Ketahui audiennya
2.
Presentasi yang tertata dan fokus
3.
Panduan berikut untuk membantu anda
menyiapkan presentasi lisan:
Ketahui audiennya. Tentu saja berbeda
menyajikan data penelitian ke sarjana strata 1, strata 2 dan praktisi di
bidangnya. Dari audien yang berbeda tujuan anda adalah member I satu atau dua
pont penting untuk diingat. Perlu diingat dari mereka yang hadir hanya bias
mengingat beberapa point penting, mereka tidak akan ingat detail hasil
penelitian. Dengan hanya memberikan satu atau dua pont penting mereka akan
mendapat informasi yang dapat diingat dan berguna pada aktifitas
profesionalnya.
4. Presentasi
yang Tertata dan Fokus
Isi
dari presentasi sudah seharusya mengikuti panduan umum yang sering digunakan
dalam menyajikan laporan penelitian. Pendahulan (review literature),
metode, hasil dan kesimpulan. Informasi latar belakang dan metode disajikan
secara cukup agar audien dapat mengerti tujuan penelitian. Dalam penyampaian
secara lisan titik tekannya adalah hasil dan kesimpulan penelitian yang menjadi
focus utama dalam presentasi.
5. Ingat
Batas Waktu Presentasi
Ingat
audien tidak memaafkan kelebihan waktu yang tersedia untuk peneliti, namun audien
akan memaafkan waktu jeda peneliti, kehilangan kata untuk berfikir,
dan kesalahan lain dalam menyajikan seraca lisan. Selain itu, hargai waktu
peneliti lain dan panitia. Jika waktu yang ditentukan panitia tidak cukup,
hubungi panitia sebelum hari presentasi. Buat peresentasi sejelas mungkin,
singkat dan sukses.
6. Gunakan
Alat Bantu Visual
Alat
bantu visual wajib hadir 99%. Huruf berukuran besar pada slide presntasi
anda adalah penting. Saat ini ruang-ruang konferensi sudah dilengkapi dengan
alat visual seperti slide proyektor. Aakan lebih baik bila anda mentes terlebih
dahulu slide presentasi anda untuk mengukur keterbacaan alat visual tersebut
kepada audien.
7. Pengantar
Praktek Presentasi Lisan
Pertahankan
kontak mata. Anda dapat sekali-kali melihat catatan, lalu secara regular anda
tetap menatap audien. Pastikan tatapan mata nada pada semua sisi audian
yang ada di ruangan. Kontak mata dapat mendorong perhatian dan
partisipasi audien. Namun perlu diperhatian, bawalah audien ke diri anda sebagai
pembicara atau peneliti, tidak saja pada lat visual anda.
Gunakan
suara nyaring anda. Suara anda dalam berbicara harus lebih nyaring dan mendalam
dari percakapan sehari-hari. Jika anda berbicara tanpa microphone
pastikan suara anda terdengar pada deret bangku yang paling belakang.
8. Memoderasi
Bicara dengan Catatan
Sedikit
pembicara professional yang suskse tanpa catatan, namun hal ini seringkali
tidak sukses karena kurang persipan, Jadi siapkanlah rancangan pidato. Beberpa
orang menyukai menuliskan keseluruhan apa yang akan disajikan atau
dibicarakan. Sebagian lagi hanya membuat point-point atau rancangan presentasi.
Keduanya adalah metode yang baik untuk mengingatkan beberapa ide penting dari
presentasi tak terlewat.
9. Memadukan
gaya percakapan dan Gaya professional
Pembicara
dengan gaya percakapan melulu dapatdikatakan tidak professional, demikian juga
sebaliknya. Pembicara yang baik dapat memadukan kedua gaya tersebut.
Metode yang aman adalah pada wala presentasi gunakan cara professional bicara
langsung tentang inti penelitian, dan pada akhir sesi dsertai dengan humor ,
informal dan disisipi komentar percakapan.
10. Menyajikan
penelitian dalam bentuk naskah
Ada
dua katagori umum dalam menuangkan penelitian dalam naskah penelitian
tertulis yakni jurnal akademik dan laporan penelitian untuk klien atau
organisasi. Melalui jurnal akadfemik anda menuliskan untuk professor udan
mahasiswa . Sedangkan melalui laporan penelitian anda meulis untuknpengurus
organisasi atau pimpinan yang mempunyaio latar belakang berbeda dalam metode
penelitian. Tujuan utama penulisan laporan penelitian untuk klien atau
organisasi adalah untuk perencanaan strategis. Dalam seksi ini kenalkan
karakteristik menulis penelitian social. Dan kemudian tunjukan bagaimana
menulis penelitian kualitatif dan kuantitatif .
11. Karakteristik
Penulisan Ilmu Sosial
Karakteristik
ini membutuhkan konsistensi. Gaya tulisanya bagaimana pembaca mudah mendapatkan
informasi. Informasit tertentu harus tersedia dalam laporan penelitian
social. Kriteria ini juga mensyararatkan kemungkinan untuk mereplikasi
penelitian dan membandingkan hasil yang kontradiktif. Format yang lugas
membantu mempresentasikan hasil peneltian serta menjga validitas dan keandalan
hasil penelitian ilmu social.
Karakter
pertama dari naskah hasil penelitian social adalah memiliki paragraph yang lebih
pendek dari naskah humanities. Kedua, kalimat-kalimatnya menggunakan
kaliamat “wajar-wajar saja” pada intonasi kalimat atau pada isi kalimat. Ketiga
ilmuan social menerapkan kalimat pasif. Kalimat pasif menekankan pada tingkah
laku dan pengamatan daripada pengamatan subjektif. Gunakan argumentasi
persuasif dengan mengkontruksi bukti-buti empric pada data penelitian.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar