TULISAN
PENGANTAR BISNIS 1
Judul : Pemanfaatan Sumber Tenaga Kerja
Kelas : 1eb22
Nama : Anis Setyarini
NPM : 21213062
PEMANFAATAN
SUMBER TENAGA KERJA
I.
PENDAHULUAN
Organisasi
merupakan wahana untuk mencapai tujuan. Agar pencapaian tujuan ini dapat dilaksanakan
dengan baik, diperlukan fungsi-fungsi. Pengertian fungsi adalah tugas-tugas
yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas-tugas yang lain.
Sebagai
pelaksana fungsi-fungsi tersebut, diperlukan pesonalia-personalia, yang diberi
wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban.
Wewenang,
tanggung jawab, dan pertanggung jawaban tersebut dimuka, merupakan motor dan
katalisator, pelaksanaan tugas yang diberikan kepada setiap pelaksana di dalam
organisasi. Oleh karena itu, para pelaksana dituntut untuk melaksanakan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Sehingga, perlu dicari
pelaksana-pelaksana yang benar-benar baik, dalam arti bersedia menyumbangkan
tenaganya kepada setiap usaha pencapaian tujuan itu.
II.
ISI
Pemanfaatan
tenaga kerja merupakan upaya untuk memelihara tenaga kerja agar senantiasa
sejalan dengan perencanaan strategis perusahaan. Produktivitas, efektifitas,
dan efesiensi merupakan kata kunci yang senantiasa diharapkan dapat
diperlihatkan oleh tenaga kerja. Perusahaan biasanya melakukan beberapa program
untuk tetap memastikan tenaga kerjanya senantiasa sesuai dengan perencanaan
strategis perusahaan, diantaranya :
a. Promosi
Adalah
proses pemindahan tenaga kerja ke posisi yang lebih tinggi secara struktural
dalam organisasi perusahaan, biasanya kita sebut dengan istilah “naik pangkat”
atau “naik jabatan”
b. Demosi
Atau
penurunan tenaga kerja kepada bagian kerja yang lebih rendah yang biasanya
disebabkan karena adanya penurunan kualitas tenaga kerja dalam pekerjaannya
c.
Transfer
Merupakan
upaya untuk memindahkan tenaga kerja ke bagian yang lain, yang diharapkan
tenaga kerja tersebut bisa lebih produktif setelah mengalami transfer.
d. Separasi
Merupakan
upaya perusahaan untuk melakukan pemindahan lingkungan kerja tertentu dari
tenaga kerja ke lingkungan yang lain, biasanya dilakukan sekiranya terdapat konflik
atau masalah yang timbul dari tenaga kerja, dilakukan untuk meminimalkan atau
menghilangkan konflik tersebut sehingga tidak mengganggu jalannya
operasionalisasi perusahaan.
·
Macam / Jenis Personalia
Sesuai
dengan fungsinya, pada dasarnya, di dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga
kerja, yakni :
1.
Tenaga Eksekutif
Yang
mempunyai 2 tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan
fungsi organik manajemen : merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan,
mengkoordinir, dan mengawasi.
Tenaga
demikian ini harus merupakan tenaga yang ahli dalam bidangnya, menguasai
manajemen dengan baik dan mempunyai visi ke depan dengan baik pula.
2.
Tenaga Operatif
Merupakan
tenaga terampil, yang menguasai bidang pekerjaannya, sehingga setiap tugas yang
dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik.
Tenaga
ini ditinjau dari kemampuannya melaksanakan tugas, yakni dibagi menjadi 3
golongan :
-
Tenaga
Terampil (skilled labor)
-
Tenaga
Setengah Terampil ( semi skilled labor)
-
Tenaga
Tidak Terampil (unskilled labor)
·
Sumber Tenaga Kerja
Tenaga
kerja yang diinginkan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
1. Dari dalam perusahaan
Berasal
dari promosi (kenaikan pangkat) atau transfer (pemindahan dari bagian lain) di
dalam perusahaan. Cara ini adalah yang terbaik, terutama bagi perusahaan yang
organisasi personalianya sudah teratur, karena dapat dipilih tenaga kerja yang
terbaik. Disamping itu tidak memerlukan banyak biaya.
2. Teman-teman para karyawan
Cara
ini digunakan dengan anggapan bahwa karyawan tersebut sudah mengetahui
klasifikasinya, dengan demikian maka diharapkan calon pasti akan sesuai.
3. Lembaga Penempatan Tenaga Kerja
Hanya
terdapat 1 lembaga yang diatur dan ditangani oleh Pemerintah, yaitu Kantor Penempatan
Tenaga Kerja (KPT), yang bertugas menyalurkan tenaga kerja yang belum sempat
memperoleh pekerjaan
4. Lembaga Pendidikan
Dapat
dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan memberikan beasiswa dan meminta langsung
kepada lembaga pendidikan tersebut.
5. Masyarakat Umum
Dilaksanakan
dengan cara memasang iklan, sehingga mengundang para pelamar untuk mengajukan
lamaran. Cara ini umumnya biayanya sangat besar.
·
Seleksi Tenaga Kerja
Agar
dapat diperoleh personalia sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan,
maka perlu adanya seleksi terlebih dahulu. Proses seleksi ini merupakan usaha
untuk memilih diantara sekian banyak calon personalia yang benar-benar memenuhi
syarat. Sebelum proses seleksi dilakukan, ada 2 masalah penting yang harus
diatasi terlebih dahulu, yaitu :
1.
Penentuan Jenis (Kualitas)
Tenaga Kerja
Yang
meliputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain :
a. Batas minimum- maximum usia
b. Pendidikan minimal yang
dimiliki
c.
Pengalaman
kerja yang telah diperoleh
d. Bidang keahlian yang dimiliki
e. Keterampilan lain yang dimiliki
f.
Pengetahuan-pengetahuan
lainnya, dsb.
2.
Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
a. Analisa beban kerja yang
meliputi : peramalan penjualan (salesa forecast), penyusunan jadwal waktu kerja
dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit
barang.
Hasil
analisa ini akan merupakan dasar penentuan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk melaksanakan satu beban kerja pada satu periode tertentu.
b. Analisa tenaga kerja untuk
menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu
periode tertentu. Hal ini dibuat, mengingat tidak semua tenaga kerja yang
tersedia dapat sepenuhnya bekerja, sesuai dengan tata waktu yang telah
ditetapkan, karena berbagai alasan, seperti : tidak masuk kerja, pelepasan,
pension, dsb.
Atas
dasar kedua hal pokok tersebut, dapatlah ditemukan jumlah tenaga kerja yang
cukup untuk melaksanakan beban kerja tersebut.
3.
Proses Seleksi
Tahap-tahap
seleksi :
a. Pengisian formulir atau
penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
Pelamar
yang dinilai tidak memenuhi syarat, gugur dan dinyatakan tidak dapat mengikuti
tahap seleksi berikutnya.
b. Wawancara pendahuluan
Wawancara
ini dimaksudkan untuk mengetahui secara sekilas tentang penampilan
(appearance), motif bekerja dan latar belakang kehidupan pelamar. Bagi yang
dinilai kurang memenuhi syarat dinyatakan gugur.
c.
Psycho-test
Tidak
semua perusahaan dapat melakukan hal ini, di samping memerlukan seorang ahli,
biayanya mahal. Tujuan pokok psycho-test ini adalah menguji kebenaran
pernyataan-pernyataan yang telah diberikan pada tahap wawancara pendahuluan,
disamping menguji sikap, bakat, minat, kepribadian, dan kecakapan seseorang.
Oleh
karena itu pshyco-test meliputi 5 hal tersebut yaitu :
1. Aptitude Test - Menguji sikap
seseorang
2. Achievement Test - Menguji bakat seseorang
3. Interest Test - Menguji minat seseorang
4. Personality Test - Menguji kepribadian seseorang
5. IQ Test - Menguji kecakapan seseorang
Hasil psycho-test
akan lebih objektif.
d. Wawancara lanjutan
Merupakan
usaha untuk menggali berbagai informasi yang dianggap penting tentang pelamar
e. Pengujian referensi
Merupakan
pengujian berbagai hal tentang pelamar dari seseorang yang dianggap paling mengetahui. Biasanya, bekas pimpinan
dimana ia bekerja sebelumnya atau pimpinan lembaga pendidikan dimana ia
belajar.
f.
Pengujian
kesehatan
Untuk
mengetahui apakah kondisi-kondisi fisik cukup memenuhi syarat untuk
melaksanakan tugas yang akan dikerjakan nanti
g. Masa orientasi
Merupakan
tahap pengujian yang paling akhir, untuk melihat apakah pelamar benar-benar
mampu bekerja dengan baik. Pada masa ini pelamar telah diangkat sebagai calon
karyawan dan dikenalkan dengan berbagai hal tentang perusahaan.
III.
PENUTUP
Di dalam suatu
perusahaan diperlukan personalia-personalia atau disebut juga tenaga kerja.
Tenaga kerja tersebut harus diseleksi terlebih dahulu seperti cara-cara yang
disebutkan (di bab isi) apalagi suatu perusahaan bersaing dengan perusahaan
lain harus menggunakan tenaga kerja-tenaga kerja yang handal, yang pintar dalam
bidang-bidang profesinya.
IV.
DAFTAR PUSTAKA
·
e-Book
: Judul : Pengantar Ekonomi
Perusahaan Modern
Pengarang : DR.BASU SWASTHA DH.,SE.,MB,
IBNU SUKOTJO W,SE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar