Selasa, 19 November 2013

TULISAN PENGANTAR BISNIS 1



TULISAN PENGANTAR BISNIS 1
Judul      : Pemanfaatan Sumber Tenaga Kerja
Kelas      : 1eb22
Nama     : Anis Setyarini
NPM       : 21213062
PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA
I.                     PENDAHULUAN
Organisasi merupakan wahana untuk mencapai tujuan. Agar pencapaian tujuan ini dapat dilaksanakan dengan baik, diperlukan fungsi-fungsi. Pengertian fungsi adalah tugas-tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas-tugas yang lain.
Sebagai pelaksana fungsi-fungsi tersebut, diperlukan pesonalia-personalia, yang diberi wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban.
Wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban tersebut dimuka, merupakan motor dan katalisator, pelaksanaan tugas yang diberikan kepada setiap pelaksana di dalam organisasi. Oleh karena itu, para pelaksana dituntut untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Sehingga, perlu dicari pelaksana-pelaksana yang benar-benar baik, dalam arti bersedia menyumbangkan tenaganya kepada setiap usaha pencapaian tujuan itu.

II.                    ISI
Pemanfaatan tenaga kerja merupakan upaya untuk memelihara tenaga kerja agar senantiasa sejalan dengan perencanaan strategis perusahaan. Produktivitas, efektifitas, dan efesiensi merupakan kata kunci yang senantiasa diharapkan dapat diperlihatkan oleh tenaga kerja. Perusahaan biasanya melakukan beberapa program untuk tetap memastikan tenaga kerjanya senantiasa sesuai dengan perencanaan strategis perusahaan, diantaranya :
a.       Promosi
Adalah proses pemindahan tenaga kerja ke posisi yang lebih tinggi secara struktural dalam organisasi perusahaan, biasanya kita sebut dengan istilah “naik pangkat” atau “naik jabatan”
b.       Demosi
Atau penurunan tenaga kerja kepada bagian kerja yang lebih rendah yang biasanya disebabkan karena adanya penurunan kualitas tenaga kerja dalam pekerjaannya
c.        Transfer
Merupakan upaya untuk memindahkan tenaga kerja ke bagian yang lain, yang diharapkan tenaga kerja tersebut bisa lebih produktif setelah mengalami transfer.
d.       Separasi
Merupakan upaya perusahaan untuk melakukan pemindahan lingkungan kerja tertentu dari tenaga kerja ke lingkungan yang lain, biasanya dilakukan sekiranya terdapat konflik atau masalah yang timbul dari tenaga kerja, dilakukan untuk meminimalkan atau menghilangkan konflik tersebut sehingga tidak mengganggu jalannya operasionalisasi perusahaan.

·         Macam / Jenis Personalia
Sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya, di dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja, yakni :
1.       Tenaga Eksekutif
Yang mempunyai 2 tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen : merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinir, dan mengawasi.
Tenaga demikian ini harus merupakan tenaga yang ahli dalam bidangnya, menguasai manajemen dengan baik dan mempunyai visi ke depan dengan baik pula.

2.       Tenaga Operatif
Merupakan tenaga terampil, yang menguasai bidang pekerjaannya, sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik.
Tenaga ini ditinjau dari kemampuannya melaksanakan tugas, yakni dibagi menjadi 3 golongan :
-          Tenaga Terampil (skilled labor)
-          Tenaga Setengah Terampil ( semi skilled labor)
-          Tenaga Tidak Terampil (unskilled labor)

·         Sumber Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diinginkan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
1.       Dari dalam perusahaan
Berasal dari promosi (kenaikan pangkat) atau transfer (pemindahan dari bagian lain) di dalam perusahaan. Cara ini adalah yang terbaik, terutama bagi perusahaan yang organisasi personalianya sudah teratur, karena dapat dipilih tenaga kerja yang terbaik. Disamping itu tidak memerlukan banyak biaya.
2.       Teman-teman para karyawan
Cara ini digunakan dengan anggapan bahwa karyawan tersebut sudah mengetahui klasifikasinya, dengan demikian maka diharapkan calon pasti akan sesuai.
3.       Lembaga Penempatan Tenaga Kerja
Hanya terdapat 1 lembaga yang diatur dan ditangani oleh Pemerintah, yaitu Kantor Penempatan Tenaga Kerja (KPT), yang bertugas menyalurkan tenaga kerja yang belum sempat memperoleh pekerjaan
4.       Lembaga Pendidikan
Dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan memberikan beasiswa dan meminta langsung kepada lembaga pendidikan tersebut.
5.       Masyarakat Umum
Dilaksanakan dengan cara memasang iklan, sehingga mengundang para pelamar untuk mengajukan lamaran. Cara ini umumnya biayanya sangat besar.

·         Seleksi Tenaga Kerja
Agar dapat diperoleh personalia sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan, maka perlu adanya seleksi terlebih dahulu. Proses seleksi ini merupakan usaha untuk memilih diantara sekian banyak calon personalia yang benar-benar memenuhi syarat. Sebelum proses seleksi dilakukan, ada 2 masalah penting yang harus diatasi terlebih dahulu, yaitu :
1.       Penentuan Jenis (Kualitas) Tenaga Kerja
Yang meliputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain :
a.       Batas minimum- maximum usia
b.       Pendidikan minimal yang dimiliki
c.        Pengalaman kerja yang telah diperoleh
d.       Bidang keahlian yang dimiliki
e.       Keterampilan lain yang dimiliki
f.         Pengetahuan-pengetahuan lainnya, dsb.

2.       Penentuan Jumlah Tenaga Kerja

a.       Analisa beban kerja yang meliputi : peramalan penjualan (salesa forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit barang.
Hasil analisa ini akan merupakan dasar penentuan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan satu beban kerja pada satu periode tertentu.

b.       Analisa tenaga kerja untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode tertentu. Hal ini dibuat, mengingat tidak semua tenaga kerja yang tersedia dapat sepenuhnya bekerja, sesuai dengan tata waktu yang telah ditetapkan, karena berbagai alasan, seperti : tidak masuk kerja, pelepasan, pension, dsb.
Atas dasar kedua hal pokok tersebut, dapatlah ditemukan jumlah tenaga kerja yang cukup untuk melaksanakan beban kerja tersebut.

3.       Proses Seleksi
Tahap-tahap seleksi :
a.       Pengisian formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
Pelamar yang dinilai tidak memenuhi syarat, gugur dan dinyatakan tidak dapat mengikuti tahap seleksi berikutnya.
b.       Wawancara pendahuluan
Wawancara ini dimaksudkan untuk mengetahui secara sekilas tentang penampilan (appearance), motif bekerja dan latar belakang kehidupan pelamar. Bagi yang dinilai kurang memenuhi syarat dinyatakan gugur.
c.        Psycho-test
Tidak semua perusahaan dapat melakukan hal ini, di samping memerlukan seorang ahli, biayanya mahal. Tujuan pokok psycho-test ini adalah menguji kebenaran pernyataan-pernyataan yang telah diberikan pada tahap wawancara pendahuluan, disamping menguji sikap, bakat, minat, kepribadian, dan kecakapan seseorang.
Oleh karena itu pshyco-test meliputi 5 hal tersebut yaitu :
1.       Aptitude Test                                - Menguji sikap seseorang
2.       Achievement Test       - Menguji bakat seseorang
3.       Interest Test                  - Menguji minat seseorang
4.       Personality Test           - Menguji kepribadian seseorang
5.       IQ Test                           - Menguji kecakapan seseorang
Hasil psycho-test akan lebih objektif.
d.       Wawancara lanjutan
Merupakan usaha untuk menggali berbagai informasi yang dianggap penting tentang pelamar
e.       Pengujian referensi
Merupakan pengujian berbagai hal tentang pelamar dari seseorang yang dianggap  paling mengetahui. Biasanya, bekas pimpinan dimana ia bekerja sebelumnya atau pimpinan lembaga pendidikan dimana ia belajar.
f.         Pengujian kesehatan
Untuk mengetahui apakah kondisi-kondisi fisik cukup memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas yang akan dikerjakan nanti
g.       Masa orientasi
Merupakan tahap pengujian yang paling akhir, untuk melihat apakah pelamar benar-benar mampu bekerja dengan baik. Pada masa ini pelamar telah diangkat sebagai calon karyawan dan dikenalkan dengan berbagai hal tentang perusahaan.
   
III.                  PENUTUP
Di dalam suatu perusahaan diperlukan personalia-personalia atau disebut juga tenaga kerja. Tenaga kerja tersebut harus diseleksi terlebih dahulu seperti cara-cara yang disebutkan (di bab isi) apalagi suatu perusahaan bersaing dengan perusahaan lain harus menggunakan tenaga kerja-tenaga kerja yang handal, yang pintar dalam bidang-bidang profesinya.

IV.                 DAFTAR PUSTAKA
·         e-Book : Judul              : Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern
       Pengarang     : DR.BASU SWASTHA DH.,SE.,MB,
                                  IBNU SUKOTJO W,SE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar