TULISAN PENGANTAR BISNIS 3
Judul : Bisnis Waralaba
Kelas : 1eb22
Nama : Anis Setyarini
NPM : 21213062
NPM : 21213062
BISNIS WARALABA
I.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan
Franchise di Indonesia berawal dari masuknya waralaba asing pada tahun 80-90an.
KFC, McDonalds, Burger King, Wendys adalah sebagian dari jaringan waralaba
asing yang masuk ke Indonesia pada awal berkembangnya Franchise di Indonesia.
Pada
tahun 1991 berdiri Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) sebagai wadah yang
menaungi pewaralaba dan terwaralaba. Diharapkan dengan berdirinya AFI ini dapat
tercipta industri waralaba yang kuat dan dapat menjadi pendorong utama dalam
pertumbuhan ekonomi nasional yang berbasiskan usaha kecil dan menengah.
II.
ISI
a. Pengertian Waralaba
Waralaba
atau Franchising menurut AFI adalah suatu sistem pendistribusian barang atau
jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak
kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama,
sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka
waktu tertentu meliputi area tertentu.
b. Jenis Waralaba
Waralaba
dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
Ø
Waralaba
luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah
diterima berbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
Ø
Waralaba
dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang
ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti
awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.
c.
Waralaba
di Indonesia
Di
Indonesia, kata Franchise ditransalasikan sebagai “Waralaba” (wara=lebih ;
laba=untung), jadi waralaba berarti “Lebih Untung”. Pertumbuhan Franchise di
Indonesia berawal dari masuknya waralaba asing pada tahun 80-90an. KFC,
McDonalds, Burger King, Wendys adalah sebagian dari jaringan waralaba asing
yang masuk ke Indonesia pada awal berkembangnya Franchise di Indonesia.
Perusahaan-perusahaan waralaba lokal pun mulai bertumbuhan pada masa itu, salah
satunya adalah yang termasuk pelopor waralaba lokal yaitu Es Teler 77.
Pada
tahun 1991 berdiri Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) sebagai wadah yang
menaungi pewaralaba dan terwaralaba. Diharapkan dengan berdirinya AFI ini dapat
tercipta industri waralaba yang kuat dan dapat menjadi pendorong utama dalam
pertumbuhan ekonomi nasional berbasis usaha kecil dan menengah (AP).
Di Indonesia sistem waralaba
mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan
bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun
1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu
franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk
memproduksi produknya.
Waralaba agar dapat berkembang
dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki 1 teritori adalah
kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee.
Karenanya, kita dapat melihat bahwa di Negara yang memiliki kepastian hukum
yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang.
Menurut
Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar di Jakarta, baru-baru ini,
usaha waralaba di Indonesia memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.
Bisnis
Waralaba belakangan mewabah dunia usaha di Tanah Air, terutama kalangan muda
yang bermodal kuat. Sebagian pengusaha berpendapat, mengembangkan bisnis ini
relatif lebih mudah dibanding memulai bisnis dari nol. Menurut Ketua AFI, usaha
waralaba di Indonesia memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.
Perkembangan
waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat.
Hal ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai
penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui
master franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima
waralaba lanjutan,
Di
Indonesia waralaba yang berkembang pesat dan masih sangat menguntungkan adalah
waralaba di bidang makanan (Wong Solo, Sapo Oriental, CFC, Hop Hop, Red Crispy,
Papa Ron, dsb).
Waralaba
berbentuk retail mini outlet (Indomaret, Yomart, Alfamart) banyak menyebar ke
pelosok kampong dan pemukiman padat penduduk.
Di
bidang Telematika atau Information & Communication Technology, juga mulai
diminati pada 3 tahun terkhir ini berkembang beberapa bidang waralaba seperti
distribusi tinta printer refill / cartridge (Inke, X4Print, Veneta, dll),
pendidikan komputer (Widyaloka, Binus), distribusi peralatan komputer (Micronics
Distribution), Warnet / NetCafe (Multiplus, Java NetCafe, Net Ezy), Kantor
Konsultan Solusi JSI, dll.
Waralaba
yang juga menguntungkan di bidang pendidikan (Science Buddies, ITutorNet,
Primagama) terutama zaman bermain(SuperKids) dan taman kanak-kanak (Townfor
Kids, Kids2success, Fastract Kids), pendidikan bahasa inggris (ILP, Direct
English, English First) dll.
Perkembangan
merek dan waralaba dalam negericukup pesat dan pada pameran franchise di tanah
air terlihat banyak merek nasional Indonesia bersaing dengan merek global dan
regional.
III.
PENUTUP
Franchise
adalah pemberian sebuah lisensi oleh seseorang (Franchisor) kepada pihak lain
(Franchise). Lisensi tersebut memberi hak kepada franchise untuk menggunakan
merek dagang franchisor dan sebuah elemen yang diperlukan untuk menjalankan
bisnisnya dengan dasar-dasar yang telah ditentukan sebelumnya.
Waralaba
saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan
ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restaurant cepat
sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerja sama dengan Reginald
Sprague untuk memonopoli usaha restaurant modern. Gagasan mereka adalah membiarkan
rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan,
logo, dan bahkan membagus desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran.
Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan
terutama di tahun 1950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format
bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi
kedua.
IV.
DAFTAR PUSTAKA
·
e-book
:
Judul : Manajemen Bisnis
Waralaba
Pengarang : Sonny Sumarsono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar